Mengapa Kita Harus Beli Properti Sekarang?

Banyak sekali alasan untuk mensegerakan membeli properti meskipun dalam keadaan keuangan masih belum mencukupinya. Setidaknya dengan sistem kredit Syariah bisa dilakukan. Walau demikian, anda harus melihat keadaan diri anda sebagai pembeli properti, untuk hunian ataupun untuk investasi. Hal ini sebagai cara untuk mengukur tindakan sesuai kemampuan ketika membeli properti dengan keadaan keuangan yang terbatas.

Salah satu yang menjadi fakta diharuskan segera membeli properti adalah harga bahan bangunan yang selalu naik. Bila bahan bangunan naik maka properti pun akan ikut naik, otomatis. Ini logika paling sederhana yang dapat diterima semua orang tanpa harus mengerti properti. Kalau pun hanya sekedar membeli tanah tanpa bangunan, tanah yang ditunggu untuk dibeli pun bisa naik juga. Kecuali anda membeli properti pada orang yang sedang membutuhkan uang maka harga properti bisa murah.

Dalam hal ini, Saya akan sharing lebih detail kepada Anda mengapa Anda harus membeli properti sekarang juga.

  1. Harga Properti Tidak Akan Turun

Setiap tahunnya harga properti selalu naik, hampir bisa dipastikan seperti ini. Mengapa? Banyak sekali hal yang melatarbelakangi naiknya harga properti setiap tahunnya. Kenaikan pun ada yang sampai 30% (persen) diantara kenaikan harga properti lainnya. Tentu, hal ini juga memperhatikan lokasi properti. Jika memang lokasi properti berada di tempat yang strategis untuk kegiatan membuka usaha, maka bisa dipastikan lebih mahal dari properti yang berada di tempat yang kurang strategis.

Point  pentingnya adalah, keadaan seperti ini membuat petingnya memiliki hunian menjadi hal yang menyulitkan. Di saat mengalami inflasi, harga properti naik, tentunya juga sedang mengalami kenaikan berbagai hal kebutuhan pokok yang cukup mengganggu keuangan sebagian orang. Impian pindah hunian ternyata mengalami halangan karena sudah terjadi kenaikan harga properti di tempat yang diinginkan.

  • Naiknya Penghasilan Anda Tidak Sepadan Dengan Naiknya Harga Properti

Jika anda ingin membeli properti dengan lebih dulu menabung 1 juta per bulan dari penghasilan anda, lalu menginginkan properti rumah seharga 200 juta, tentu salah cara menabung yang anda lakukan. Karena anda hanya akan mendapatkan kurang dari seratus juta, ini pun jika memang giat menabung. Pas terkumpul 100 juga, ternyata harga properti naik sudah menjadi 300 juta. Hal ini membuat yang sulit malah dipersulit. Setidaknya anda tidak perlu mengincar target properti yang diluar jangkauan keuangan anda. Anda bukan pebisnis properti yang mampu  meraup keuntungan 300 juta hanya bermodal 10 juta bahkan tanpa modal setelah membeli properti seharga 100 juta.

  • Terbatasnya Lahan

Menurut hukum Geografi bahwa suatu wilayah memiliki batasan wilayah. Bila memiliki batasan wilayah maka akan membuat hukum peraturan jumlah hunian. Ketika terjadi kenaikan penduduk di salah satu wilayah, maka solusi yang terbaik adalah melakukan migraasi ke wilayah lain agar mendapatkan hunian yang lebih baik lagi.

Untuk itu, dengan mengikuti fakta yang terjadi, maka penting membeli properti secepatnya karena memang akan mengalami keterbatasan lahan. Hal yang masuk akal adalah, ini akan mengalami kenaikan permintaan.

 Justru dengan naiknya permintaan membuat harga properti bisa saja menjadi mahal. Jadi, jangan menunda untuk membeli properti apabila sudah ada kesempatan yang tepat dan dengan harga yang tepat.

  • Kendali Ada Ditangan Anda

Investasi emas beresiko kehilangan, investasi saham bisa mengalami kerugian akibat harga saham yang merosot. Namun bila properti sebagai investasinya, baik untuk hunian pribadi atau pun ruko, meski bangunan terkena banjir atau terbakar, setidaknya ada bekas yang masih utuh yaitu tanah. Sampai kapanpun, selagi tidak ada sengketa hak milik tanah, maka tanah akan tetap aman. Ini menjadi hal yang harus dipertimbangkan dalam mebeli properti di waktu yang cepat dan tepat.

  • Properti Merupakan Investasi Terbaik

Salah satu contoh yang sudah terbukti menjadi kaya raya dari bisnis properti adalah pemilik McDonald’s. Ketika pemilik McDonald’s ditanya beberapa mahasiswa, “Bisnis apa yang bapak lakukan?” Ia menjawab, “Bisnis properti”. Langsung saja beberapa mahasiswa tertawa karena yang mereka tahu bahwa ia adalah pengusaha hamburger. Padahal, sebenarnya yang dijual dan menghasilkan keuntungan besar adalah properti. Hal ini menandakan bahwa invetasi properti memang salah satu investasi terbaik dari segi jumlah keuntungan.

Di samping itu, investasi properti adalah kebutuhan untuk hunian keluarga anda, menjadi kebutuhan primer untuk keluarga anda. Tidak ada yang sebaik properti dalam melindungi aset berharga manusia.

  • Bisnis Properti Tidak Memerlukan Keahlian

Bisnis properti dalam arti memiliki aset properti tidak diharuskan mempunyai keahlian. Ketika Anda memiliki lahan dengan bukti yang legal berupa SHM, maka Anda sudah berbisnis dengan aman. Properti itu didiamkan saja harganya naik, apalagi jika kita memproduktifkannya. Cukup tanami jika ia berupa kebun atau bangun ruko jika di samping jalan atau bangun rumah untuk dikontrakan jika dalam cluster, maka passive income sudah di depan mata.

  • Properti di Indonesia Harus Kita Kuasai

Nah, ini yang harus kita sadari bersama, bahwa penguasaan properti di Indonesia ini telah dikuasai oleh segelintir orang yang notabene kurang pro rakyat dan kaum muslim. Ada segelintir elite, yaitu 0,2% (persen) penduduk, menguasai 56% (persen) aset nasional dalam bentuk kepemilikan tanah (Sumber : Salamuddin Daeng (SD), Insititut Global Justice (IGJ). Sangat Ironis bukan?

Menurut Versi beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) Sebuah perusahaan swasta milik taipan bisa menguasai lahan seluas 2,5 juta hektar dan 1,5 juta hektar versi panglima TNI sebagaimana di sebut di majalah Forum Keadilan. Sedangkan berdasarkan laporan Bank Dunia pada 15 Desember 2015, Hafid menyebutkan, sebanyak 74% (persen) tanah di Indonesia dikuasai oleh 0,2% (persen) penduduk. Termasuk penguasaan lahan 5 juta hektar oleh taipan yang pernah dinobatkan sebagai orang terkaya pertama di Indonesia. Idealnya distribusi tanah mengikuti formula 1 juta untuk orang kaya, 2 juta untuk kelas menengah, dan 3 juta untuk masyarakat miskin. – CNN Indonesia

Oleh karena itu, mental memiliki properti harus kita tanamkan di benak kita dan anak-anak kita. Buang jauh-jauh mental jual properti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *